Angka Kematian Ibu dan Bayi Naik, Pemkot Gorontalo Terapkan Program Nikah Sehat
Dibuat Oleh : Andikha Saldi, Terbit : 14 Mei 2017 Dilihat : 166 Kali

Angka Kematian Ibu dan Bayi Naik, Pemkot Gorontalo Terapkan Program Nikah Sehat

Grafik kematian ibu dan bayi di Kota Gorontalo khususnya, terus menunjukkan kenaikan. Bahkan bisa dibilang, sudah meresahkan. Persoalan penyakit bawaan, hingga pernikahan dini, disebut-sebut jadi penyebab kematian ibu dan bayi saat melahirkan.

Data yang berhasil dihimpun media ini melalui Bappeda Kota Gorontalo. Tercatat, indikator angka kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup, di tahun 2015 kenaikannya mencapai 100,6 persen. Angka tersebut naik di tahun 2016 kemarin dengan perolehan presentase 124,5 persen. Demikian pula dengan indikator angka kematian Bayi per 100 kelahiran hidup, dimana di tahun 2015 mencapai 9,1 persen. Ketika masuk di tahun 2016 kemarin, naik sampai 11,2 persen. Dan untuk mengatansipasi supaya angka tersebut tidak melonjak di tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo melalui Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Gorontalo, menerapkan program Nikah Sehat

Kata Kadis Dikes Kota Gorontalo dr. Hj, Nur Albar Finasim, ada beberapa faktor yang menyebabkan naiknya angka kematian ibu dan anak di Kota Gorontalo. Selain karena nikah dini, termasuk pula pasangan calon pengantin yang mengidap penyakit serius, dapat membahayakan kelahiran. Nah, terhadap penerapan program Nikah Sehat ini, pihakanya akan berlakukan pada semua calon pengantin. Baik itu dari agama Islam, Hindu, Kristen, Katolik dan Buda, dengan menggandeng unsur terkait.

“Program nikah sehat ini untuk memeriksa kesehatan calon pengantin. Dengan tujuan, untuk mengetahui apakah calon pengantin baik pria dan wanita ini, mengidap penyakit atau tidak. Jika ada temuan dari pemeriksaan yang dilakukan medis nanti, maka kami siap memberikan pendapingan khusus pada calon pengantin. Untuk menjalani pengobatan atau perawatan secara rutin bagi penderita penyakit. Tanpa menunda proses pernikahan dan kehamilan calon ibu,” ujar Nur Albar.

Partisipasi masyarakat dalam menyukseskan program nikah sehat ini, kata Nur Albar, sangat dibutuhkan. Supaya, masyarakat khususnya calon pengantin akan terhindar dari dampak penyakit yang bisa merugikan kesehatan. “Selain membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo dalam rangka menekan angka kematian ibu dan anak. Ini juga memberikan dampak positif terhadap masyarakat,” tutur Nur Albar. “Kami lebih memberi edukasi bagi calon ibu dan bapaknya agar bisa terhindar dari berbagai macam penyakit yang bisa mengancam keselamatan ibu dan anak. Dengan program itu diharapkan bisa menekan angka kematian ibu dan anak yang sangat meresahkan bagi masyarakat,” timpalnya.

sumber : http://radargorontalo.com/angka-kematian-ibu-dan-bayi-naik-pemkot-gorontalo-terapkan-program-nikah-sehat/


  

26 Komentar

Komentar


Nama Lengkap
Email
Alamat Website
Komentar
 
Galeri
Jejak Pendapat
Kawasan Ekonomi Kecamatan
Infrastruktur Perkotaan
Kartu Sejahtera (Gratis dari Lahir sampai Mati)
Penataan Birokrasi
Penguatan organisasi Agama
Kawasan Ciber City dan Technopark
LINK TERKAIT