Rapat Paripurna DPRD Kota Gorontalo Tentang Penyampaian Pengantar Rancangan KUA dan PPAS RAPBD 2019 Kota Gorontalo
Dibuat Oleh : rahmat maseke, Terbit : 16 Juli 2018 Dilihat : 16 Kali

Rapat Paripurna DPRD Kota Gorontalo Tentang Penyampaian Pengantar Rancangan KUA dan PPAS RAPBD 2019 Kota Gorontalo

Kebijakan Umum Anggaran APBD Tahun Anggaran 2019 merupakan dokumen perencanaan anggaran yang digunakan sebagai dasar penyusunan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2019. Selanjutnya KUA dan PPAS merupakan acuan dalam penyusunan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2019. KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2019 ini disusun dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Kota Gorontalo Tahun 2014-2019 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Gorontalo Tahun 2019.

RKPD Tahun 2019 merupakan penjabaran dari tahun kelima dari Rencana Pembangunan Jangka Memengah Daerah (RPJMD) Kota Gorontalo Tahun 2014 - 2019 yaitu pada tahapan “memastikan  pencapaian sasaran pembangunan jangka menengah”.  Untuk bisa memastikan pencapaian sasaran pembangunan jangka menengah secara menyeluruh tentunya perlu ditunjukkan dari kualitas sumber daya manusia di Kota Gorontalo. Oleh karena itu pada penyusunan RKPD Kota Gorontalo tahun 2019 mengambil tema :

“Membangun Sumberdaya Manusia Unggul untuk mendorong pencapaian Indikator Kinerja Daerah”

Berdasarkan hasil evaluasi pencapaian indikator pembangunan Kota Gorontalo Tahun 2017, dan memperhatikan arahan Kepala  Daerah, pokok-pokok pikiran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gorontalo serta mempertimbangkan kondisi lingkungan strategis (internal dan eksternal) yang akan dihadapi Kota Gorontalo pada Tahun 2019, fokus pembangunan daerah diberikan perhatian khusus pada pencapaian indikator kinerja daerah yang termuat dalam RPJMD Tahun 2014-2019 yakni Pengembangan Ekonomi Kecamatan, Infrastruktur Perkotaan, Peningkatan SDM, Keagamaan dan Budaya.

Keberhasilan pembangunan daerah tercermin dari keterpaduan dan penggabungan beberapa dimensi kebijakan dari seluruh sektor yang ada. Tujuan pembangunan daerah harus menempatkan manusia sebagai sasaran akhir dan fokus utama dari seluruh kegiatan pembangunan, melalui pemberian pelayanan dalam berbagai segi kehidupan yaitu kesehatan, pendidikan, sosial dan ekonomi.

Perkembangan laju pertumbuhan ekonomi mengalami tren pertumbuhan yang positif di Tahun 2016 setelah sempat turun pada Tahun 2015. Laju pertumbuhan PDRB Kota Gorontalo Tahun 2016 mengalami peningkatan mencapai 7,41 persen ditengah kondisi perlambatan ekonomi nasional dan global dibanding laju pertumbuhan PDRB Kota Gorontalo Tahun 2015 yang mencapai 7,23 persen. Laju Pertumbuhan Ekonomi ini diharapkan akan tetap meningkat hingga akhir Tahun 2018.

         Laju inflasi Kota Gorontalo Tahun 2017 dari bulan ke bulan berfluktuasi nilainya, tergantung pada kondisi perekonomian baik nasional maupun global. Berdasarkan data Berita Resmi Statistik Kota Gorontalo tercatat Inflasi tertinggi terjadi pada bulan Juni sebesar 1,82 persen, sedangkan Inflasi terendah terjadi pada bulan Maret sebesar 0,04 persen.

         Persentasi kemiskinan di Kota Gorontalo pada Tahun 2017 sebesar 5,70 persen, turun sebesar 0,35 persen dibanding persentasi kemiskinan pada Tahun 2016 – 2015  yaitu 6,05 persen dan 2014 sebesar 5.85 persen.

Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Gorontalo yang diukur berdasarkan Gini Rasio pada periode September 2017 sebesar 0,405. Angka ini menurun sebesar 0,025 poin jika dibandingkan dengan Gini Rasio Maret 2017, dan jika dibandingkan dengan Gini Rasio pada bulan September 2016 turun  sebesar 0,005 poin.

Mengacu pada perkembangan indikator makro ekonomi seperti yang diuraikan diatas dan juga dengan mempertimbangan perkembangan indikator makro ekonomi nasional, Pemerintah Kota Gorontalo optimis terhadap pertumbuhan makro ekonomi daerah yang diharapkan tetap stabil melalui upaya-upaya untuk mewujudkan kondisi keuangan daerah yang sehat dan berkelanjutan dan peningkatan produktivitas APBD, penciptaan iklim investasi yang kondusif, penguatan fiskal buffer, serta pengelolaan keuangan daerah yang fleksibel dan bijaksana, sehingga proyeksi ekonomi makro dan kondisi sosial budaya Kota Gorontalo Tahun 2019 diperkirakan sebagai berikut :

  1. Proyeksi Makro Ekonomi
  1. Pertumbuhan Ekonomi : 7,5 – 7,8 %
  2. Inflasi : 2,0 – 3,0 %
  3. PDRB Per Kapita 41,81 Juta

 

  1. Proyeksi Kondisi Sosial Budaya
  1. Pengangguran Terbuka : 5 %
  2. Kemiskinan : 5,5 %
  3. Rata-rata Lama Sekolah : 10,97 Tahun
  4. Angka Harapan Hidup : 71,71 Tahun
  5. IPM : 77,0

                   Untuk mencapai target proyeksi tersebut, diperlukan sinergi kebijakan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah yang saling menopang satu dengan yang lainnya. Paduan kebijakan di tingkat Nasional diarahkan untuk mengawal stabilitas makro ekonomi, serta meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah


  

0 Komentar

Komentar


Nama Lengkap
Email
Alamat Website
Komentar
 
Galeri
Jejak Pendapat
Kawasan Ekonomi Kecamatan
Infrastruktur Perkotaan
Kartu Sejahtera (Gratis dari Lahir sampai Mati)
Penataan Birokrasi
Penguatan organisasi Agama
Kawasan Ciber City dan Technopark
LINK TERKAIT